Kasus DBD Mulai Muncul, DPRD Gumas Desak Pemkab Bergerak Cepat! Hermanto Minta Fogging Segera Digelar Sebelum Wabah Meluas

Foto. Wakil Ketua Komisi III DPRD Gumas Hermanto.(jendelakalteng/njh)
Kuala Kurun,Jendela Kalteng
Meningkatnya indikasi kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) mendapat sorotan serius dari Wakil Ketua Komisi III DPRD Gumas, Hermanto. Legislator yang akrab disapa Sigoi itu mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas melalui dinas terkait agar segera melakukan fogging (pengasapan) di Kuala Kurun maupun wilayah kecamatan lain di Gumas yang berpotensi menjadi titik penyebaran penyakit.
Menurut Hermanto, langkah cepat dan terukur tidak boleh ditunda. Pemerintah daerah diminta tidak menunggu jumlah penderita terus bertambah sebelum mengambil tindakan pencegahan di lapangan.
“Saya berharap dinas terkait segera melaksanakan fogging di Kuala Kurun dan wilayah Gunung Mas pada umumnya. Di Kuala Kurun sudah mulai banyak kejadian DBD. Jangan sampai penanganannya terlambat,” tegas Hermanto, Senin (20/7/2026).
Politisi Nasdem tersebut mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, sejumlah warga telah menjalani perawatan di RSUD Kuala Kurun akibat terjangkit DBD. Sedikitnya dua pasien diketahui telah dirawat karena penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti itu.
Menurutnya, kemunculan kasus tersebut harus menjadi peringatan dini bagi pemerintah daerah untuk segera meningkatkan kewaspadaan sekaligus mempercepat langkah-langkah pengendalian.
“Kasus yang sudah muncul di Gunung Mas harus menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk bergerak cepat. Fogging perlu segera dilakukan di wilayah yang terindikasi terdapat kasus agar penyebaran penyakit dapat ditekan sejak dini,” ujarnya.
Meski demikian, Hermanto menegaskan bahwa fogging bukan satu-satunya solusi dalam memutus rantai penyebaran DBD. Ia menilai keberhasilan pengendalian penyakit sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Perubahan cuaca yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, lanjutnya, turut meningkatkan risiko berkembangbiaknya nyamuk penyebab DBD. Karena itu, budaya hidup bersih harus terus diperkuat melalui penerapan gerakan pemberantasan sarang nyamuk.
“Kami (DPRD) mengimbau seluruh masyarakat Gunung Mas agar rutin membersihkan lingkungan, menguras dan menutup tempat penampungan air, serta menghilangkan genangan yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Pencegahan harus dimulai dari lingkungan masing-masing,”katanya.
Hermanto berharap pemerintah daerah bergerak cepat dengan langkah-langkah preventif yang terukur, sementara masyarakat meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, sinergi kedua pihak menjadi kunci untuk mencegah lonjakan kasus DBD sehingga kesehatan dan keselamatan masyarakat Gumas tetap terjaga.(njh)