Kapolres Gumas Tekankan Keselamatan Warga, Sinergi Kamtibmas hingga Bahaya Judol dan Pinjol di Rungan

Foto. Kapolres Gumas AKBP Arum Sari Puspita Dewi, S.H., S.I.K., M.A,didampingi Wakapolres Gumas Kompol Indras Purwoko,S.H, Kapolsek Rungan Ipda M. Helmi Hakim, S.H.,bersama Plt. Camat Rungan Estorina,Camat Rungan Hulu Jenggo, S.Pd., M.Pd, Camat Rungan Barat Ilwis, S.E serta Danramil Rungan Kapten Inf. Triyono.(jendelakalteng/njh)

Kuala Kurun,Jendela Kalteng

Kapolres Gunung Mas (Gumas) AKBP Arum Sari Puspita Dewi,menegaskan pentingnya memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah kecamatan, TNI, pemerintah desa, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Penegasan tersebut disampaikan Kapolres saat melaksanakan kunjungan kerja ke Polsek Rungan, Selasa (11/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, Kapolres didampingi Wakapolres Gumas Kompol Indras Purwoko serta sejumlah pejabat utama Polres Gumas.

Kunjungan kerja itu menjadi momentum untuk mengevaluasi secara langsung kondisi wilayah, kesiapan personel, sarana dan prasarana kepolisian, sekaligus menyerap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Dalam paparannya, Kapolsek Rungan Ipda M. Helmi Hakim, menjelaskan secara menyeluruh situasi wilayah hukum Polsek Rungan yang meliputi Kecamatan Rungan dan wilayah Rungan Hulu serta Rungan Barat. Paparan mencakup kekuatan personel yang berjumlah 16 orang, kondisi barang inventaris, data perusahaan besar swasta (PBS), laporan kejadian dan laporan polisi, hingga program ketahanan pangan serta pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM).

Plt. Camat Rungan Estorina menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, kehadiran pimpinan Polres Gumas di wilayah Rungan menjadi kesempatan penting untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi lintas sektor.

“Kami sangat senang dan semoga dengan adanya kunjungan kerja ini terjalin hubungan kerja sama yang baik antara TNI, Polri dan pemerintah kecamatan dalam mewujudkan kamtibmas di wilayah Kecamatan Rungan,” ujar Estorina.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Arum Sari menyampaikan apresiasi terhadap jajaran Polsek Rungan yang dinilai mampu membangun hubungan dengan masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi hubungan Kapolsek Rungan dengan masyarakat. Hal itu terbukti dari kegiatan yang dilaksanakan pada kesempatan ini,”kata Arum.

Namun, di balik penguatan sinergi tersebut, Kapolres memberikan perhatian serius terhadap keselamatan masyarakat, khususnya warga yang beraktivitas di sungai.

Arum mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan faktor keselamatan ketika beraktivitas di wilayah perairan. Pesan tersebut disampaikan setelah dirinya berkoordinasi dengan camat, Danramil, dan Kapolsek terkait kondisi sungai serta potensi banjir, terlebih setelah sebelumnya terjadi musibah warga tenggelam di wilayah Rungan.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian kita bersama. Saya mengajak para kepala desa dan seluruh masyarakat untuk terus saling mengingatkan agar warga mengutamakan keselamatan ketika beraktivitas di sungai,” tegasnya.

Menurut Arum, kemampuan berenang tidak otomatis membuat seseorang aman ketika berada di sungai. Kondisi arus, kedalaman, cuaca, serta karakteristik sungai harus menjadi pertimbangan utama sebelum melakukan aktivitas di perairan.

“Memahami kemampuan berenang saja tidak cukup jika tidak memahami kondisi dan arus sungai,” imbuhnya.

Selain keselamatan warga, Kapolres juga mendorong masyarakat untuk mengedepankan penyelesaian secara kekeluargaan terhadap persoalan sosial yang masih dapat diselesaikan melalui musyawarah.

Ia meminta masyarakat di Kecamatan Rungan, Rungan Hulu, dan Rungan Barat tidak serta-merta membawa setiap persoalan ke ranah kepolisian apabila permasalahan tersebut masih dapat diselesaikan secara damai.

“Kalau ada kejadian, tidak harus semuanya sampai ke polisi. Selesaikan dulu dengan jalan damai. Kalau memang belum bisa diselesaikan, baru datang ke polisi,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan tersebut bukan berarti mengesampingkan proses hukum, melainkan mendorong masyarakat mengedepankan musyawarah dan menjaga hubungan sosial sepanjang persoalan yang terjadi memang memungkinkan untuk diselesaikan secara kekeluargaan.

Di sisi lain, Kapolres turut menyoroti ancaman judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) yang dinilai dapat menjadi pemicu munculnya persoalan sosial hingga tindak pidana.

Ia meminta seluruh elemen masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap praktik tersebut dan tidak membiarkan judol maupun pinjol berkembang menjadi persoalan yang merusak kehidupan keluarga serta keamanan lingkungan.

“Judol dan pinjol kerap menimbulkan tindak pidana. Saya minta hal-hal demikian menjadi perhatian kita bersama. Mari kita jaga wilayah Kecamatan Rungan tetap kondusif karena ini rumah kita bersama,” tegas Arum.

Dalam kesempatan itu, Kapolres juga menyampaikan informasi terkait rencana pembukaan rekrutmen anggota Polri dalam waktu dekat. Ia mendorong masyarakat, khususnya generasi muda dari Rungan, Rungan Hulu, dan Rungan Barat, untuk memanfaatkan peluang tersebut.

Arum menegaskan, kesempatan menjadi anggota Polri terbuka bagi putra-putri daerah yang memenuhi persyaratan. Ia meminta masyarakat tidak minder hanya karena tidak memiliki latar belakang keluarga kepolisian.

“Tidak usah berkecil hati karena merasa tidak memiliki latar belakang keluarga kepolisian. Kesempatan untuk mengabdi terbuka bagi putra dan putri yang memenuhi persyaratan. Yang terpenting adalah kemauan, kemampuan, dan semangat,”tegasnya.

Kunjungan kerja tersebut turut dihadiri jajaran pejabat utama Polres Gumas, Camat Rungan Hulu Jenggo, Camat Rungan Barat Elwis, Danramil Rungan Kapten Inf. Triyono, para lurah dan kepala desa, damang, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta personel Polsek Rungan.

Kehadiran lintas unsur tersebut menegaskan bahwa menjaga kamtibmas di wilayah Rungan bukan semata-mata tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi, kepedulian, dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.(njh)