Kabar Gembira,PAD Gumas Triwulan Pertama Tembus Rp 19,8 Miliar

Foto. Kepala Bapenda Gumas Edison.(Jendela Kalteng/nh)

Kuala Kurun,Jendela Kalteng

Pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menunjukkan tren yang positif. Pada triwulan pertama (Januari-Maret) tahun ini,PAD terealisasi Rp 19.876.798.039,68 atau 17,79 persen,dari target Rp 111.699.996.375,00.

Hal demikian disampaikan Bupati Gumas Jaya Samaya Monong melalui Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Gumas Edison,Rabu (30/4/2025).

“Pendapatan asli daerah kita bersumber dari pajak daerah,retribusi daerah,hasil pengelolaan kekayaan yang dipisahkan,dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah,”kata Edison.

Untuk pajak daerah,Edison menjelaskan,dari target Rp 82.243.105.600,00 triwulan pertama,teralisasi Rp 10.074.498.791,68 atau 12,25 persen.

Pajak daerah yang bersumber dari BPHTB-Pemberian Hak Baru, terealisasi Rp 126.030.900,00 atau 0,32 persen dari target Rp 39.000.000.000,00.

“Dari target yang ditentukan,memang masih belum tercapai sesuai yang diharapkan. Kita berharap,target yang sudah ditentukan ini nantinya bisa tercapai,karena beberapa PBS (Perusahaan Besar Swasta) sedang mengurus perizinan untuk pengurusan HGU (Hak Guna Usaha),dan ini terkait dengan kewajiban mereka dalam membayar BPHTB kepada Pemerintah Kabupaten Gunung Mas,”ujar Edison.

Kepada perangkat daerah yang menangani retribusi daerah, Edison berharap adanya koordinasi dan kolaborasi yang semakin optimal terkait optimalisasi pendapatan dari sisi retribusi daerah yang sudah ditentukan.

“Retribusi daerah sebagai sumber pendapatan asli daerah sangat berperan dalam mendukung pendanaan pembangunan untuk kemajuan wilayah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,”tuturnya.

Menyoal komitmen Bupati Jaya untuk lebih fokus pada peningkatan pendapatan ketimbang belanja,Edison menegaskan pihaknya sangat mendukung beleid itu,sebab pendapatan yang meningkat akan menjamin kelancaran pelaksanaan program pembangunan dan meningkatkan kemandirian daerah.

“Belanja yang besar akan bisa berdampak dalam jangka panjang apabila ditopang oleh pendapatan yang stabil,”cetusnya. (nh)