Jembatan Nyaris Roboh, Jalan Kota Berlubang! Ketua Komisi II DPRD Gumas Desak Pemkab Jadikan Infrastruktur Prioritas Utama!

Foto. Ketua Komisi II DPRD Gunung Mas, Herbert Y. Asin.(Jendela Kalteng/njh)

Kuala Kurun,Jendela Kalteng

Ketua Komisi II DPRD Gunung Mas (Gumas), Herbert Y. Asin, melontarkan sorotan keras terhadap kondisi pembangunan infrastruktur di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) hingga pertengahan 2026. Menurutnya, berbagai persoalan jalan dan jembatan di sejumlah wilayah masih jauh dari harapan masyarakat, bahkan sebagian sudah berada pada kondisi yang mengancam keselamatan pengguna.

Herbert menilai keterbatasan anggaran memang menjadi tantangan besar. Namun, hal itu tidak boleh menjadi alasan untuk menunda penanganan infrastruktur yang bersifat mendesak, terutama di kawasan pedalaman yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat.

Perhatian paling serius diarahkan ke wilayah Zona Tiga, khususnya ruas jalan Tumbang Miri–Tumbang Masukih. Di jalur tersebut terdapat sekitar lima hingga enam jembatan yang kondisinya dinilai sangat memprihatinkan, bahkan beberapa di antaranya hampir roboh.

“Yang menjadi perhatian serius adalah beberapa jembatan di jalur Tumbang Miri menuju Tumbang Masukih. Kondisinya sudah hampir roboh. Saat ini penanganannya masih bersifat darurat dan bahkan dibantu oleh masyarakat setempat,” ungkap Herbert saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (8/7/2026).

Ia menegaskan, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas harus menjadikan perbaikan jembatan di kawasan tersebut sebagai prioritas utama pada tahun anggaran mendatang agar akses transportasi masyarakat tetap terjaga dan roda perekonomian di wilayah pedalaman tidak lumpuh.

Tak hanya menyoroti kawasan pedalaman, politisi Partai Golkar itu juga mengkritisi kondisi jalan di dalam Kota Kuala Kurun yang masih dipenuhi lubang dan kubangan. Menurutnya, masyarakat berhak menikmati infrastruktur yang layak, aman, dan nyaman.

Herbert meminta pemerintah memanfaatkan perubahan anggaran tahun ini untuk melakukan perbaikan dengan kualitas yang lebih baik dan berorientasi jangka panjang.

“Kalau dilakukan penambalan, jangan lagi menggunakan cor beton. Sebaiknya memakai campuran aspal agar hasilnya lebih permanen, lebih kuat, dan lebih tahan lama,” tegasnya.

Selain itu, Herbert juga menyoroti kerusakan ruas jalan Kuala Kurun–Pilang Munduk yang dinilainya semakin mengganggu kenyamanan serta keselamatan para pengguna jalan. Menurutnya, ruas tersebut merupakan jalur penting yang membutuhkan penanganan segera.

Komisi II DPRD Gumas, lanjut Herbert, akan terus mengawal kebijakan pemerintah daerah agar anggaran pembangunan benar-benar diarahkan pada kebutuhan yang paling mendesak. Prioritas tersebut meliputi perbaikan jembatan di Zona Tiga, pembenahan jalan dalam Kota Kuala Kurun, hingga peningkatan kualitas ruas jalan Kuala Kurun–Pilang Munduk.

“Harapan kami, anggaran tahun depan benar-benar difokuskan untuk menyelesaikan persoalan infrastruktur yang paling mendesak. Jangan sampai masyarakat terus menghadapi risiko akibat jalan rusak dan jembatan yang kondisinya sudah mengkhawatirkan,”tandas Herbert.(njh)