Industri Batik Sumber Lapangan Kerja

Foto. Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Yansiterson didampingi anggota DPR RI Willy M Yoseph menyerahkan peralatan diklat kepada perwakilan peserta Diklat 3 In 1 Pembuatan Batik Cap Angkatan III di Aula Dekranasda Gumas, Jumat (7/7). (Jendela Kalteng/Ist)
Kuala Kurun, Jendela Kalteng
Industri fashion, termasuk industri batik, memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian negara kita. Selain sebagai sumber lapangan kerja bagi masyarakat, industri ini juga menjadi salah satu sektor yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Hal itu disampaikan Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya S Monong melalui Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Yansiterson membuka Pendidikan dan Latihan (Diklat) 3 In 1 Pembuatan Batik Cap Angkatan III di Aula Dekranasda Gumas, Jumat (7/7).
“Saya dengan bangga ingin menyampaikan bahwa Kabupaten Gunung Mas telah mengalami perkembangan yang positif dalam beberapa tahun terakhir. Data statistik yang saya miliki menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam berbagai sektor, termasuk sektor industri fashion, seni dan kerajinan,” ungkap Yans.
Pertumbuhan ini, lanjut Yans, tidak terlepas dari upaya kolaboratif antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku industri.
Pemerintah daerah terus mendorong dan memfasilitas kegiatan-kegiatan pengembangan kompetensi dan keahlian masyarakat, sehingga perekonomian Kabupaten Gumas kedepannya tidak hanya bergantung pada hasil alam, tetapi juga ditopang kegiatan produksi menghasilkan produk-produk yang dapat memenuhi permintaan pasar nasional bahkan internasional.
“Dalam rangka memajukan industri batik, kita perlu terus mengembangkan kolaborasi dan sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat. Dalam hal ini, peran Balai Diklat Industri Padang Kementerian Perindustrian dan Anggota Komisi VII DPR RI sangatlah penting,” ujar mantan Sekretaris Daerah (Sekda)n Gumas ini.
Dia berharap melalui acara diklat ini para peserta akan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru dalam pembuatan batik. Peserta dapat mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh dalam industri batik di daerah ini.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gumas Supervisi Budi menyampaikan, melalui kegiatan diklat dan pelatihan industri dalam hal menciptakan tenaga kerja yang berkompeten dan siap pakai, penumbuhan wirausaha baru, serta pembentukan sentra industri terutama di Kabupaten Gumas.
“Melalui kegiatan ini diharapkan partisipasi dan kerjasama peserta diklat untuk berperan aktif mengikuti kegiatan tersebut, karena kesempatan ini jarang ada terutama di Kabupaten Gunung Mas,” tandasnya.
Di kesempatan itu, anggota komisi VII DPR RI Willy M Yoseph memberikan paparan dan arahan cukup panjang lebar terkait sektor industri fashion, seni dan kerajinan. (nh)