Hermanto Tantang Dispusip Gumas! Target Indeks Literasi 6,5 Jangan Sekedar Angka, Perpustakaan Harus Jadi Motor Lahirkan SDM Unggul!

Foto. Wakil Ketua Komisi III DPRD Gumas, Hermanto.(Jendela Kalteng/Ist)
Kuala Kurun,Jendela Kalteng
Target Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas (Gumas) melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) menaikkan Indeks Literasi Daerah dari 4,33 menjadi 6,5 pada tahun 2026 mendapat dukungan penuh dari Wakil Ketua Komisi III DPRD Gumas, Hermanto. Namun, ia mengingatkan agar target tersebut tidak berhenti sebagai angka di atas kertas, melainkan benar-benar diwujudkan melalui langkah nyata yang mampu meningkatkan budaya membaca dan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Menurut Hermanto, literasi merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang cerdas, kritis, dan mampu bersaing di tengah perkembangan zaman. Karena itu, upaya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Gumas meningkatkan indeks literasi harus didukung dengan program yang terukur, inovatif, dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk hingga ke desa-desa.
“Kami di Komisi III DPRD Gunung Mas tentu mengapresiasi target peningkatan indeks literasi menjadi 6,5. Tetapi target itu harus dibarengi dengan kerja nyata, bukan hanya mengejar capaian administratif. Yang terpenting adalah bagaimana minat baca masyarakat benar-benar meningkat dan perpustakaan menjadi pusat belajar yang hidup,” tegas Hermanto kepada jendelakalteng.co.id, Kamis (9/7/2026).
Politisi Nasdem berlatar pengusaha tersebut menilai penguatan perpustakaan tidak cukup hanya dengan menambah koleksi buku. Pemerintah daerah juga harus memastikan tersedianya fasilitas yang memadai, tenaga pengelola yang kompeten, serta program literasi yang mampu menarik minat generasi muda untuk datang ke perpustakaan.
“Perpustakaan saat ini harus bertransformasi menjadi ruang belajar yang modern, nyaman, dan inovatif. Anak-anak, pelajar hingga masyarakat umum harus merasa bahwa perpustakaan adalah tempat yang menyenangkan untuk belajar, berdiskusi, dan mengembangkan pengetahuan,” ujar Sigoi panggilan karib Hermanto.
Legislator dapil satu tersebut juga menekankan pentingnya pemerataan layanan perpustakaan hingga ke wilayah pedesaan. Menurutnya, perpustakaan desa dan perpustakaan sekolah harus mendapat perhatian serius karena menjadi garda terdepan dalam membangun budaya literasi masyarakat sejak usia dini.
“Jangan sampai peningkatan literasi hanya dirasakan di ibu kota kabupaten saja. Masyarakat di desa-desa juga harus memiliki akses yang sama terhadap buku, bahan bacaan, dan layanan perpustakaan yang berkualitas. Di sinilah pemerintah harus hadir melalui dukungan anggaran dan pembinaan yang berkelanjutan,”kata Sigoi.
Lebih lanjut, Sigoi memastikan DPRD melalui Komisi III akan terus memberikan dukungan terhadap program-program peningkatan literasi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Menurutnya, investasi di bidang literasi merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas pembangunan daerah di masa depan.
“Kalau budaya membaca tumbuh, kualitas pendidikan akan meningkat. Jika pendidikan maju, maka SDM Gunung Mas akan semakin berkualitas dan mampu bersaing. Itulah sebabnya literasi harus menjadi gerakan bersama, bukan hanya tugas Dispusip semata, tapi juga menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,”tandas Sigoi.
Dirinya berharap sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, sekolah, pemerintah desa, komunitas literasi, hingga masyarakat terus diperkuat agar target indeks literasi 6,5 benar-benar tercapai dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan serta kemajuan Kabupaten Gumas.(njh)