Gegara Covid Pembangunan di Gumas Efektif Setahun

Foto.  Bupati Gumas Jaya S Monong. (Jendela Kalteng/nh) 

Kuala Kurun, Jendela Kalteng

Badai Covid-19 yang melanda Indonesia Maret 2020 berdampak pada pelaksanaan program pembangunan di Kabupaten Gunung Mas (Gumas).

“Tahun 2020 kami [Jaya-Efrensia] merencanakan gas pol, tapi apa boleh buat diawal tahun 2020 itu kita diperhadapkan dengan pandemi Covid-19, sehingga akhirnya kami tidak bisa maksimal melaksanakan pembangunan,” kata Bupati Gumas Jaya S Monong, Jumat (15/9).

Jaya mengakui efektifnya mereka [Jaya-Efrens] membangun Gumas pasca dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Gumas oleh Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H.Sugianto Sabran paling hanya setahun.

“Kami dilantik 28 Mei 2019, lalu kami bekerja sekitar pertengahan tahun dan itu masa penyesuian dan hanya melanjutkan sisa tahun anggaran yang sedang berjalan,” kata Jaya.

Jaya menjelaskan hampir tiga tahun pandemi Covid-19, dan akhir tahun 2022 pemerintah mencabut kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Akibat pandemi Covid-19, pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan penyesuian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dalam rangka penanganan covid-19 dan pengamanan daya beli masyarakat.

Dengan kebijakan itu, Pemkab Gumas bahkan pemkab / pemkot lainnya di Indonesia melakukan penyesuian belanja daerah dan melakukan rasionalisasi dari belanja pegawai, belanja barang / jasa dan belanja modal.

“Pemerintah Kabupaten Gunung Mas kala itu melakukan refocusing anggaran dalam upaya penanganan covid-19, sehingga pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan dan pembangunan sektor lainnya di Kabupaten Gunung Mas tidak bisa maksimal karena keadaan yang ada,” terangnya.

Jaya itu berharap masyarakat Gumas bisa memahami ketidakmaksimalan pembangunan di Gumas akibat pandemi Covid-19.

Walaupun ditengah pandemi Covid-19, Jaya menyebut pembangunan tetap juga berjalan, seperti pembangunan jaringan listrik dan jaringan telekomunikasi, perbaikan dan peningkatan jalan dan jembatan dan sektor lainnya.

Dia pun mengakui masih banyak yang belum terselesaikan dari visi misi dan program pembangunan mereka, namun keduanya berkomitmen disisa waktu yang ada melaksanakan program pembangunan dengan maksimal, salah satunya di akhir tugas mereka Desember 2023, seluruh ibukota kecamatan di Gumas sudah teraliri listrik. (nh)