Gaspol! Bupati Shalahuddin Pimpin Rapat Teknis, Rehab RSUD Muara Teweh Dikebut Mulai Awal Mei 2026

WhatsApp Image 2026-04-24 at 21.13.29

Foto. Bupati Barito Utara H.Shalahuddin didampingi Sekda Muhlis saat pimpin rapat teknis bersama manajemen RSUD Muara Teweh dan Dinas PUPR, di Rumah Jabatan Bupati, Rabu (21/4/2026), usai memimpin apel pagi di RSUD Muara Teweh.(Jendela Kalteng/Ist)

Muara Teweh,Jendela Kalteng

Komitmen Pemerintah Kabupaten Barito Utara(Pemkab Batara) dalam membenahi layanan kesehatan tak lagi sebatas wacana. Bupati H. Shalahuddin secara tegas menggerakkan langkah konkret melalui rapat teknis bersama manajemen RSUD Muara Teweh dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), yang digelar di Rumah Jabatan Bupati, Selasa (21/4/2026), sesaat usai memimpin apel pagi di lingkungan rumah sakit tersebut.

Dalam forum strategis itu, Shalahuddin menegaskan  percepatan rehabilitasi fisik RSUD harus menjadi prioritas utama,namun bukan sekedar proyek pembangunan biasa. Ia menuntut agar setiap perbaikan benar-benar berorientasi pada kenyamanan pasien dan peningkatan mutu layanan secara menyeluruh. Seluruh titik krusial diminta dipetakan secara detail agar pelaksanaan di lapangan tidak hanya cepat,tapi juga tepat sasaran dan berdampak nyata.

“Kita tidak ingin sekedar membangun. Perbaikan ini harus menghadirkan kenyamanan dan rasa aman bagi masyarakat. Standar pelayanan wajib naik, baik dari sisi fasilitas maupun kualitas layanan,” tegasnya dengan nada serius.

Tak berhenti pada infrastruktur, Shalahuddin juga menggarisbawahi pentingnya reformasi manajemen internal rumah sakit. Ia menekankan, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus berjalan beriringan dengan perubahan sikap pelayanan,lebih ramah, profesional, dan berorientasi pada kepuasan pasien.

Di sisi lain, Kepala Dinas PUPR Barito Utara, M. Iman Topik, memastikan kesiapan pihaknya untuk segera menindaklanjuti hasil rapat tersebut. Ia menyebut, langkah teknis akan dipercepat, mulai dari pemetaan detail lokasi hingga penyusunan jadwal kerja yang matang, tanpa mengganggu aktivitas pelayanan kesehatan yang sedang berjalan.

“Kami langsung bergerak melakukan persiapan teknis. Target kami, awal Mei 2026 pekerjaan fisik sudah mulai berjalan, dengan tetap menjaga kenyamanan pasien selama proses berlangsung,” ujar Topik.

Sinergi kuat antara pemerintah daerah, manajemen RSUD, dan Dinas PUPR ini diharapkan menjadi titik balik pembenahan layanan kesehatan di Batara. Rehabilitasi RSUD Muara Teweh bukan hanya soal pembangunan fisik, tapi menjadi simbol keseriusan pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih layak, modern, dan manusiawi bagi masyarakat.(Ist/nh/Lim)