Foto. Personel gabungan Polres Gumas bersama BPBD dan Damkar bergerak cepat memadamkan Karhutla di Desa Penda Pilang, Kecamatan Kurun, Jumat (23/1/2026) pukul 16.30 WIB.(Jendela Kalteng/Ist)
Kuala Kurun,Jendela Kalteng
Komitmen Kepolisian Resor (Polres) Gunung Mas (Gumas) dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah bencana kabut asap kembali dibuktikan melalui aksi nyata di lapangan. Personel gabungan Polres Gumas bersama BPBD dan Damkar bergerak cepat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Desa Penda Pilang, Kecamatan Kurun.
Peristiwa ini terdeteksi melalui pantauan satelit NASA-NSPP yang menunjukkan adanya titik koordinat api di wilayah tersebut. Menindaklanjuti data tersebut, Jumat (23/1/2026) pukul 16.30 WIB, tim gabungan yang dipimpin Kasat Samapta AKP A. Agung Gede Raka Sumiartha dan KA SPKT Iptu Sri Mulyadi terjun langsung ke lokasi untuk melakukan pemadaman.
Dalam kegiatan ini, Polres Gumas mengerahkan 10 personel, didukung 8 personel BPBD Gumas, perangkat desa, serta unit pemadam kebakaran. Medan yang dapat dijangkau kendaraan memudahkan tim mengerahkan 1 unit Armored Water Cannon (AWC) milik Polri, 1 unit Truk Damkar Kurun, dan 2 unit mobil BPBD untuk mengepung titik api di lahan seluas kurang lebih 1 hektare tersebut.
Mewakili Kapolres Gumas AKBP Heru Eko Wibowo, Kasat Samapta Polres Gumas AKP A.Agung Gede Raka Sumiartha menegaskan bahwa kecepatan penanganan adalah kunci dalam mencegah meluasnya kebakaran lahan.
“Kami segera melakukan respon cepat begitu titik panas terdeteksi oleh satelit. Sinergitas antara Polri, BPBD, dan pemadam kebakaran sangat solid di lapangan, sehingga api berhasil kita lokalisir dan padamkan sepenuhnya pada pukul 18.00 WIB,” ujar Agung Sabtu (24/1/2026) pagi.
Kasat Samapta mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, terutama saat kondisi cuaca mulai kering. Ia menekankan, Polri akan terus melakukan patroli rutin dan pemantauan titik panas demi menjamin situasi Kamtibmas yang kondusif serta udara yang sehat bagi masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, pemilik lahan yang terbakar masih dalam proses penyelidikan (Lidik). Berkat kerja keras tim gabungan, situasi di Desa Penda Pilang kini telah aman dan titik api dipastikan padam. (nh)












