Demi Kemandirian Pangan,ASN Ini Manfaatkan Pekarangan

Foto. Harnadi (57) saat berada di pekarangan rumahnya dengan sayuran hasil hobinya menanam sayuran untuk ketahanan pangan keluarga. Setiap panen kecil dari kebunnya berarti pengeluaran yang bisa ditekan.(Jendela Kalteng/nh)
Kuala Kurun,Jendela Kalteng
Di tengah rutinitas panjang sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) selama lebih dari dua dekade, seorang pria bernama Harnadi memilih jalan sunyi yang jarang disorot, menanam, merawat, dan memanen kehidupan dari halaman rumahnya sendiri di Jalan Yos Sudarso I Gang SMKN RT 03 RW 02 Kelurahan Kuala Kurun.
Sudah 24 tahun Harnadi mengabdi sebagai ASN, Namun di balik seragam dinas yang dikenakannya setiap hari, pria berusia 57 tahun itu menyimpan semangat lain yang tak pernah pudar,bertani dan beternak. Bagi Harnadi, tanah bukan sekedar pijakan, melainkan sumber ketahanan dan kemandirian.
Didampingi sang istri, Letie, Harnadi mengubah pekarangan rumahnya menjadi ruang produktif. Berbagai tanaman sayur tumbuh subur, berdampingan dengan aktivitas beternak yang ia tekuni sejak muda. Apa yang dulu hanya hobi, kini menjelma menjadi penopang nyata bagi kebutuhan pangan keluarganya.
“Dari dulu saya memang suka berkebun dan beternak. Sekarang tetap dijalani, malah terasa semakin penting,” ujar Bapak tiga anak itu saat dibincangi jendela kalteng.co.id di sela kegiatannya menanam sayuran dan memberi pakan ayam kampung,Minggu (3/5/2026) sore.
Pilihan Harnadi itu bukan tanpa alasan. Di tengah fluktuasi harga bahan pangan saat ini, langkah sederhana Harnadi justru menjadi strategi cerdas. Ia tak hanya menanam sayur,tapi juga menanam penghematan. Setiap panen kecil dari kebunnya berarti pengeluaran yang bisa ditekan.
Lebih dari sekedar aktivitas pengisi waktu, kebun dan ternak bagi Harnadi adalah bentuk kemandirian. Ia membuktikan, ketahanan pangan tidak selalu harus dimulai dari program besar,cukup dari pekarangan sendiri, dengan ketekunan dan konsistensi.
Di usia yang tak lagi muda, Harnadi yang dikenal bersahaja itu tetap menunduk ke tanah, merawat apa yang ia tanam. Bukan hanya sayur yang tumbuh, tapi juga pesan sederhana,bahwa kemandirian bisa dimulai dari hal kecil, dan siapa pun bisa melakukannya.(nh)