Cegah Perundungan Sejak Dini, Polres Gumas Edukasi Siswa sekaligus Salurkan Bantuan Oksigen dan Masker!

Foto. Polres Gumas melaksanakan kegiatan edukasi interaktif mengenai perundungan atau bullying serta membuka ruang dialog untuk mendengar dan mencatat keluhan pihak sekolah di SD–SMP Katolik Santo Yosep Kuala Kurun, Kabupaten Gumas, serta menyerahkan bantuan oksigen dan masker kepada kepala sekolah untuk mendukung kebutuhan UKS,Senin (19/10/2026), pukul 09.00 WIB.(jendelakalteng/Ist)
Kuala Kurun,Jendela Kalteng
Polres Gunung Mas (Gumas) melaksanakan kegiatan edukasi interaktif mengenai perundungan atau bullying serta membuka ruang dialog untuk mendengar dan mencatat keluhan pihak sekolah di SD–SMP Katolik Santo Yosep Kuala Kurun, Kabupaten Gumas, Senin (19/10/2026), pukul 09.00 WIB.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung Program Prioritas Kapolri melalui pendekatan edukatif dan dialogis di lingkungan pendidikan. Sebanyak 45 peserta mengikuti kegiatan yang bertujuan membangun kesadaran tentang pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.
Kegiatan dihadiri Kapolres Gumas AKBP Arum Sari Puspita Dewi, S.H., S.I.K., M.A., bersama KBO Satbinmas Ipda Sabar Hari Siswanto, personel Satbinmas, dan personel Seksi Hubungan Masyarakat (Sihumas) Polres Gumas.
Dalam pelaksanaannya, personel kepolisian memberikan edukasi secara interaktif mengenai perundungan di lingkungan sekolah. Materi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta mengenai perilaku yang termasuk perundungan, dampaknya terhadap korban, serta pentingnya membangun sikap saling menghormati dan kepedulian antarsiswa.
Edukasi tersebut juga menjadi sarana untuk mendorong terciptanya hubungan yang positif di lingkungan pendidikan. Siswa diharapkan memahami bahwa tindakan mengejek, mengintimidasi, atau menyakiti orang lain dapat berdampak terhadap kondisi psikologis maupun proses belajar, sehingga perlu dicegah melalui kepedulian dan keberanian melaporkan kejadian kepada pihak yang tepat.
Selain memberikan edukasi, Polres Gumas menyerahkan bantuan oksigen dan masker kepada kepala sekolah untuk mendukung kebutuhan Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan guru dan siswa sekolah di tengah kondisi kabut asap yang dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kabut asap akibat karhutla menjadi perhatian karena dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan guru dan anak-anak usia sekolah. Beberapa sekolah di Kabupaten Gumas sedang melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat dampak asap karhutla.
Melalui kegiatan ini, kepolisian juga membuka ruang dialog dengan pihak sekolah untuk mendengarkan dan mencatat berbagai keluhan maupun persoalan yang dihadapi. Dialog tersebut menjadi kesempatan bagi pihak sekolah untuk menyampaikan kebutuhan dan permasalahan yang memerlukan perhatian, sehingga dapat menjadi bahan koordinasi dan tindak lanjut sesuai kewenangan.
Kapolres Gumas AKBP Arum Sari Puspita Dewi, S.H., S.I.K., M.A., menegaskan pentingnya kerja sama antara kepolisian, pihak sekolah, orang tua, dan siswa dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mencegah perundungan di lingkungan sekolah, menumbuhkan sikap saling menghargai, serta tidak ragu menyampaikan keluhan atau permasalahan agar dapat didengar dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.”kata Arum.
Kegiatan edukasi dan dialog interaktif ini mencerminkan upaya Polres Gumas untuk membangun komunikasi yang terbuka dengan lingkungan pendidikan. Kehadiran kepolisian di sekolah diharapkan dapat memperkuat pemahaman mengenai pencegahan perundungan sekaligus memberikan ruang bagi pihak sekolah untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan secara langsung.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Gumas berharap terbangun lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan mendukung proses belajar mengajar. Sinergi antara Polri dan pihak sekolah diharapkan terus terjalin untuk mencegah perundungan, meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan siswa di tengah dampak kabut asap, serta mendorong penyelesaian persoalan melalui komunikasi dan kerja sama.(njh)