Bupati Saiful Tegaskan Katingan Siap Dukung Program Kemandirian Pangan Nasional

KASONGAN – Dalam pidato kenegaraan pada Jumat (15/8/2025), Presiden Republik Indonesia menegaskan bahwa salah satu fokus utama pembangunan nasional ke depan adalah penguatan kemandirian pangan. Kalimantan Tengah ditunjuk sebagai salah satu wilayah prioritas dalam upaya strategis tersebut, mengingat potensi lahan dan sumber daya alamnya yang melimpah.
Menanggapi arahan tersebut, Bupati Katingan Saiful menyatakan bahwa daerahnya siap mengambil peran penting dalam mendukung program nasional tersebut. Ditemui usai upacara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kantor Bupati Katingan, Minggu (17/8/2025), Saiful menegaskan bahwa Kabupaten Katingan memiliki sumber daya lahan yang luas dan produktif untuk pengembangan sektor pertanian serta ketahanan pangan.
“Kemandirian pangan di Kabupaten Katingan sudah kami arahkan pada wilayah yang memang memiliki kondisi geografis dan infrastruktur pendukung yang memadai. Salah satu contohnya adalah Kecamatan Katingan Kuala yang selama ini menjadi sentra utama aktivitas pertanian dan pangan,” ujar Saiful.
Lebih lanjut, Bupati Saiful menekankan bahwa potensi pertanian di Katingan tidak hanya berpusat di satu wilayah. Dengan luas daerah mencapai 20.382 kilometer persegi, masih banyak kecamatan lain yang dinilai layak dikembangkan untuk memperkuat basis produksi pangan daerah. “Kita tidak bisa hanya mengandalkan Kecamatan Katingan Kuala. Ada Pagatan, Katingan Tengah, Pulau Malan, hingga Tewang Sanggalang Garing — semuanya memiliki karakteristik lahan yang potensial dan bisa menjadi penopang kemandirian pangan daerah,” jelasnya.
Bupati juga menyebut, saat ini Kecamatan Katingan Kuala telah memiliki sekitar 4.800 hektare lahan pertanian produktif yang terus dikembangkan melalui dukungan berbagai program pemerintah daerah. Meski demikian, pemerintah berkomitmen memperluas pengembangan ke wilayah lain agar tidak terjadi ketimpangan dan untuk memastikan kontribusi maksimal terhadap ketahanan pangan nasional.
Saiful menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan. Pemerintah Kabupaten Katingan, kata dia, akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari perangkat desa, kelompok tani, hingga pelaku usaha lokal untuk memperkuat rantai pasok dan memperluas akses pasar hasil pertanian.
“Dengan sinergi seluruh pihak, kami yakin Katingan bisa berkontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan nasional. Pada saat yang sama, upaya ini akan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani,” tutur Saiful.