Bupati Kapuas Hadiri Peresmian 166 Sekolah Rakyat oleh Presiden RI di Banjarbaru

HADIRI – Bupati Kapuas H. M. Wiyatno saat menghadiri Peresmian 166 Sekolah Rakyat (SR) di 34 Provinsi yang dipusatkan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin (12/01/2026).(Jendela Kalteng/ hmskmf)

 

Banjarbaru , Jendela Kalteng

Bupati  Kapuas H. M.  Wiyatno didampingi  Sekretaris Daerah  Kabupaten Kapuas Usis  I. Sangkai serta  kepala OPD terkait  menghadiri Peresmian  166  Sekolah Rakyat  (SR)  di  34  Provinsi   yang dipusatkan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada  Senin,  12 (12/01/2026). Peresmian tersebut  dilakukan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu  kebijakan strategis nasional yang  digagas Presiden Prabowo sebagai upaya memutus mata  rantai  kemiskinan melalui pendidikan. Hingga saat  ini, Sekolah Rakyat  telah melayani lebih dari 15 ribu siswa di seluruh  Indonesia. Pemerintah menargetkan 45 ribu siswa pada  tahun ajaran ini dan meningkat menjadi 60 ribu siswa pada  tahun 2027.

Dalam  sambutannya, Presiden Prabowo  menegaskan  bahwa pembangunan nasional tidak  boleh hanya berorientasi pada  pertumbuhan semata, tetapi harus  disertai  dengan pemerataan yang  nyata  dan dirasakan

oleh rakyat  paling bawah. Menurut  Presiden, tujuan  utama bernegara adalah menghadirkan kesejahteraan, melindungi rakyat dari ancaman kemiskinan, kelaparan, penyakit, dan penderitaan.

“Pertumbuhan harus  disertai  pemerataan.  Negara harus  berani  hadir  dan  membela rakyat  kecil.  Sekolah Rakyat adalah wujud keberanian negara untuk memastikan anak-anak dari keluarga paling tidak mampu tetap memiliki harapan dan masa depan,” tegas Presiden Prabowo.

Presiden juga  memberikan motivasi langsung kepada para siswa Sekolah Rakyat  agar  tidak minder dengan latar belakang keluarganya. Ia menekankan bahwa orang  tua yang  bekerja  keras secara halal adalah sosok yang  mulia, dan pendidikan adalah jalan  untuk memperbaiki kehidupan seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya segelintir orang.

Sementara itu, Menteri Sosial Republik  Indonesia Saifullah Yusuf  dalam laporannya menyampaikan bahwa dari  total  166   titik  Sekolah  Rakyat   yang   diresmikan,  program   ini  tersebar   di  34  provinsi   dan   131 kabupaten/kota, dengan jumlah  15.954  siswa, 2.218  guru, dan 4.889  tenaga kependidikan. Mayoritas siswa berasal dari  keluarga sangat  rentan,  dengan orang  tua  bekerja  sebagai buruh  harian, petani,  nelayan, pemulung, dan pekerja sektor informal lainnya.

Mensos menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat  tidak  hanya memberikan pendidikan formal,  tetapi  dibangun sebagai ekosistem perlindungan, pemulihan, dan pemberdayaan. Para siswa mendapatkan pemenuhan gizi, pemeriksaan kesehatan, pendidikan berasrama, pembinaan karakter, serta dukungan psikologis. Program ini juga disinergikan dengan bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi keluarga.

Kehadiran  Bupati  Kapuas dalam kegiatan tersebut  menegaskan komitmen  Pemerintah Kabupaten Kapuas dalam mendukung penuh program  Sekolah Rakyat sebagai bagian dari pembangunan sumber  daya manusia dan  pengentasan kemiskinan di daerah. Pemerintah Kabupaten Kapuas siap  bersinergi dengan Pemerintah Pusat agar manfaat program Sekolah Rakyat dapat  dirasakan secara optimal oleh masyarakat.(hmskmf/Lim)