Binartha Apresiasi Launching Sekolah Lansia Barigas

WhatsApp Image 2024-02-02 at 06.53.42

Foto.  Waket I DPRD Gumas Binartha. (Jendela Kalteng/nh)

Kuala Kurun, Jendela Kalteng 

Wakil Ketua (Waket) I DPRD Gunung Mas (Gumas) Binartha mengapresiasi launching Sekolah Lansia Barigas yang merupakan akronim dari Bahagia, Mandiri, Giat, Sehat dan Sejahtera di Posyandu Lansia Anggrek Kerta Wredatama Jalan A Runting Gang Swadaya nomor 96a Kelurahan Kuala Kurun.

“Sekolah lansia Barigas sangat baik bagi para lansia untuk mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, aktif dan produktif serta bermartabat dalam 7 dimensi lansia tangguh secara utuh yang berguna bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat dan negara,” ujar  Binartha, Senin (26/2/2024).

Politisi Partai Golkar yang karib disapa Obin itu menyebut, sekolah lansia merupakan pendidikan non formal, sebagai upaya memberikan informasi, pelatihan tentang kesehatan, keagamaan, sosial, budaya sehingga lansia dapat hidup sejahtera.

“Dengan masuk sekolah lansia, akan terwujud lansia yang mandiri, gembira, produkdif dan kreatif,” tutur Obin yang berpeluang duduk menjadi anggota DPRD Gumas 2024-2029 hasil pemilu 14 Februari 2024 lalu.

Sekolah lansia Barigas dilaunching Wakil Bupati (Wabup) Gumas Efrensia LP Umbing,Senin (26/2/2024).

Membacakan sambutan Bupati Gumas Jaya Samaya Monong, Efrensia mengatakan, sekolah lansia Barigas yang dilaunching sejalan dengan visi dibentuknya sekolah lansia yaitu untuk mewujudkan lansia yang Smart (Sehat,Mandiri,Aktif dan Produktif) serta Bermartabat dalam 7 dimensi lansia tangguh secara utuh yang berguna bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat dan negara.

“Tujuh dimensi lansia, yakni spiritual, fisik, intelektual,  emosional, sosial kemasyarakatan, profesional, dan lingkungan,” kata Efrens.

Disampaikannya, salah satu permasalahan yang dihadapi lansia adalah masalah kesehatan, dimana menurut WHO beban kesehatan lansia di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah berasal dari penyakit-penyakit seperti jantung, stroke, gangguan penglihatan, dan gangguan pendengaran.

Upaya agar lansia tetap mempertahankan kemandirian, sehat, aktif dan produktif sangat esensial, karena kesehatan yang buruk pada lansia tidak hanya berdampak bagi individu tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat luas.

“Sekolah lansia menjadi salah satu wadah dalam membentuk lansia tangguh dan mandiri karena sekolah lansia tidak hanya sekedar mempelajari aspek fisik, namun di dalamnya memiliki keterkaitan antar elemen baik fisik, sosial, psikologis, ekonomi dan spiritual,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sekolah lansia adalah salah satu upaya pendidikan secara non formal yang dilakukan sepanjang hayat bagi lansia.

“Sekolah lansia kita harapkan dapat tersebar di kecamatan lainnya di Kabupaten Gunung Mas, dengan begitu lansia yang ada di wilayah ini menjadi lansia yang smart,” ucap  Efrens. (nh)