Desain_tanpa_judul_62
Bagikan Ke Sosial Media

KASONGAN – Pemerintah Kabupaten Katingan menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, ramah, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Hal ini disampaikan oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Katingan, Christian Rain, saat membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi Eliminasi Perundungan, Kekerasan, dan Pelecehan Seksual di Lingkungan Satuan Pendidikan Tahun 2025, yang digelar di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Katingan, Kamis (18/9/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur pendidikan, mulai dari guru, kepala sekolah, komite sekolah, pelajar dari Kecamatan Katingan Hilir, hingga perwakilan organisasi masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya. Seluruh peserta mendapatkan pembekalan terkait strategi, mekanisme, serta langkah-langkah preventif dalam mencegah dan menangani kasus kekerasan di lingkungan pendidikan.

Dalam sambutannya, Christian Rain menegaskan bahwa sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa. Karena itu, katanya, dunia pendidikan harus mampu menjadi ruang yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak tanpa rasa takut atau tekanan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan kembali bahwa setiap anak berhak mendapatkan rasa aman saat belajar. Karena itu, kami mendorong setiap satuan pendidikan membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) yang benar-benar aktif, bukan sekadar formalitas,” ujar Christian.

Ia menjelaskan, keberadaan TPPK di sekolah menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dini, mencegah, sekaligus menangani berbagai potensi kasus perundungan, kekerasan fisik maupun verbal, serta pelecehan seksual yang mungkin terjadi di lingkungan belajar. Menurutnya, peran tim ini akan semakin kuat apabila dibarengi sinergi antara tenaga pendidik, orang tua, serta dukungan dari pemerintah daerah.

Lebih lanjut, Pj. Sekda juga menekankan bahwa upaya pencegahan kekerasan di sekolah merupakan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Katingan. Ia menilai, investasi terbaik bagi masa depan daerah adalah dengan menciptakan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia

“Kita ingin anak-anak Katingan tumbuh dalam lingkungan yang positif, saling menghargai, dan berani menolak segala bentuk kekerasan. Ini adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya pihak sekolah,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Katingan sendiri terus memperkuat komitmen tersebut melalui berbagai program dan kebijakan, termasuk regulasi pencegahan kekerasan di sekolah, kampanye edukatif, serta peningkatan kapasitas bagi tenaga pendidik dan pengelola pendidikan. Melalui langkah-langkah tersebut, diharapkan setiap sekolah di Katingan mampu menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, dan berkarakter.

Dengan terselenggaranya kegiatan sosialisasi ini, diharapkan kesadaran seluruh pihak terhadap pentingnya perlindungan anak di lingkungan pendidikan semakin meningkat. Sekolah bukan hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi wahana pembentukan nilai-nilai kemanusiaan, empati, dan solidaritas antar sesama pelajar.

(tr)

image_print

Bagikan Ke Sosial Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *