
Pj. Sekda Kabupaten Katingan, Christian Rain, saat menyerahkan piala kepada peserta desain batik khas Katingan
KASONGAN – Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Kabupaten Katingan, Christian Rain, menyampaikan apresiasi tinggi kepada para pemenang Lomba Desain Batik tingkat Kabupaten Katingan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian acara dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, dengan penyerahan penghargaan berlangsung meriah pada Malam Syukuran HUT RI Ke-80 di Gedung Salawah, Kota Kasongan, Minggu (17/8/2025) malam.
Dalam acara yang dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, tokoh masyarakat, dan para pelaku seni budaya tersebut, Christian Rain secara langsung menyerahkan piagam penghargaan kepada para pemenang lomba. Ia menyampaikan rasa bangga atas antusiasme dan kreativitas peserta yang berhasil menampilkan karya batik dengan corak khas dan sarat makna budaya lokal.
Menurut Christian, batik bukan sekadar kain bermotif indah, melainkan cerminan nilai-nilai tradisi dan identitas bangsa yang telah diakui dunia. Melalui kegiatan seperti lomba desain batik, kata dia, masyarakat diajak untuk lebih mencintai sekaligus melestarikan budaya warisan leluhur.
“Batik bukan hanya warisan budaya, tetapi juga ruang untuk berinovasi. Melalui lomba ini, kita dapat melahirkan bakat-bakat baru sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap seni batik. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana penting dalam mempromosikan batik Katingan agar semakin dikenal luas,” ujar Christian Rain dalam sambutannya.
Ia menambahkan, keberagaman motif dan warna yang ditampilkan para peserta mencerminkan kekayaan budaya serta kearifan lokal yang dimiliki Kabupaten Katingan. Karena itu, ia berharap agar kegiatan serupa dapat terus digelar setiap tahun dengan cakupan yang lebih luas.
Lebih lanjut, Christian menekankan bahwa pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan semangat inovasi dan ekonomi kreatif. Dengan dukungan semua pihak, batik khas Katingan diharapkan mampu menembus pasar nasional bahkan internasional, sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha batik lokal.
“Kita ingin batik Katingan bukan hanya dikenal sebagai identitas daerah, tetapi juga menjadi sumber kebanggaan dan kesejahteraan bagi masyarakat,” pungkasnya.
(tr)








