
Ketua Tp-PKK Kabupaten Katingan, Ny. Sumianti Saiful, saat menyerahkan piala kepada juara II lomba desain batik tingkat Kabupaten Katingan.
KASONGAN – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Katingan, Ny. Sumianti Saiful, menyampaikan rasa bangga sekaligus apresiasi mendalam kepada para desainer muda yang telah berpartisipasi dalam lomba desain batik yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Katingan.
Dalam acara tersebut, Sumianti secara langsung menyerahkan piala penghargaan kepada Muhammad Syafrudin, yang berhasil meraih juara II dengan karya bertema Batik Katingan Kota Hijau. Karya tersebut dinilai mampu memadukan unsur estetika dengan pesan lingkungan dan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Katingan.
Menurut Sumianti, karya yang dihasilkan para peserta menunjukkan bahwa generasi muda Katingan memiliki potensi besar dalam melestarikan budaya sekaligus mengembangkannya menjadi sumber daya kreatif dan ekonomi.
“Saya sangat bangga melihat anak-anak muda kita mampu menghadirkan desain batik yang indah dan penuh makna. Ini bukti bahwa batik Katingan punya potensi besar untuk berkembang dan dikenal lebih luas, tidak hanya di daerah, tetapi juga di luar Kalimantan,” ujar Sumianti.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa TP-PKK Kabupaten Katingan akan terus berperan aktif dalam mendorong pelestarian serta pengembangan batik lokal. Menurutnya, kegiatan seperti lomba desain batik bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi dan inspirasi bagi masyarakat untuk lebih mencintai produk budaya sendiri.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap akan lahir inovasi-inovasi baru dalam dunia batik Katingan. Ke depan, produk batik kita tidak hanya indah dan berkualitas, tapi juga mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” tambahnya optimistis.
Selain menyerahkan penghargaan, Sumianti juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan batik sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Ia menilai, dengan menggunakan batik lokal, masyarakat secara tidak langsung turut memperkuat jati diri dan rasa bangga sebagai warga Katingan. “Batik bukan hanya sekadar pakaian, tetapi identitas dan kebanggaan kita sebagai orang Katingan. Mari kita cintai, kenakan, dan promosikan batik daerah kita di setiap kesempatan,” pungkasnya.
(tr)








