
KASONGAN – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Katingan, Ny. Sumianti Saiful, menegaskan keseriusannya dalam mendukung upaya percepatan penurunan angka stunting di wilayah Katingan. Menurutnya, PKK akan memaksimalkan peran kader dalam memberikan edukasi tentang gizi keluarga dan pola asuh anak.
Pernyataan tersebut disampaikannya usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penurunan Stunting dan Program Bangga Kencana yang digelar di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Selasa (12/8). Dalam kegiatan itu, Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo, mewakili Gubernur H. Agustiar Sabran, menekankan bahwa penanganan stunting menjadi salah satu program prioritas pemerintah provinsi.
Ny. Sumianti menjelaskan, edukasi gizi seimbang serta pola asuh yang tepat merupakan kunci utama dalam mencegah stunting. Kader PKK yang tersebar hingga tingkat desa dan kelurahan memiliki kedekatan langsung dengan keluarga, sehingga dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan pendampingan.
“Kami siap turun langsung ke masyarakat, mengajak orang tua untuk menerapkan pola asuh sehat dan memastikan anak-anak mendapat gizi yang cukup. Stunting adalah masalah bersama yang harus ditangani dengan kebersamaan,” ujarnya, Kamis (14/8/2025).
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa program edukasi akan dilaksanakan secara berkelanjutan dan terintegrasi dengan program pemerintah daerah. PKK juga akan menjalin kerja sama dengan dinas kesehatan, posyandu, dan lembaga pendidikan untuk memperkuat langkah pencegahan stunting.
Pemerintah Kabupaten Katingan sendiri menargetkan penurunan angka stunting secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang. Dengan dukungan penuh dari PKK, pemerintah daerah, serta partisipasi masyarakat, diharapkan setiap anak di Katingan dapat tumbuh sehat, cerdas, dan siap menyongsong masa depan yang lebih baik.
Sebagai catatan, berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kabupaten Katingan pada tahun 2024 tercatat sebesar 19,6 persen, menurun dari 14,4 persen pada tahun sebelumnya. Capaian ini menunjukkan adanya progres nyata dari komitmen seluruh pihak dalam menekan angka stunting di Bumi Penyang Hinje Simpei.
(tr)








