WhatsApp Image 2025-05-07 at 21.14.28
Bagikan Ke Sosial Media

Foto. Wabup Kapuas Dodo saat menghadiri rapat koordinasi percepatan penurunan stunting se-Kalteng tahun 2025 di Aula Bapperida Provinsi Kalteng, Senin (14/4/2025). (Jendela Kalteng/hmskmf)

Palangka Raya,Jendela Kalteng

Wakil Bupati (Wabup) Kapuas Dodo menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) percepatan penurunan stunting se-Kalteng tahun 2025 di Aula Bapperida Kalteng, Senin (14/4/2025).

Turut hadir Ketua TP PKK Kapuas Hj.Siti Saniah Wiyatno. Rakor  bertujuan untuk memastikan pelaksanaan aksi konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (PPPS) dilakukan bersama-sama antara perangkat daerah penanggung jawab dengan sektor/lembaga non pemerintah dan masyarakat.

Kegiatan dibuka Wakil Gubernur (Wagub) Kalteng Edy Pratowo yang diikuti seluruh bupati/wakil bupati se Kalteng.

”Stunting menjadi salah satu prioritas Program 100 Hari Gubernur dan Wakil Gubernur, dengan menyelaraskan program pemerintah daerah kabupaten/kota se Kalimantan Tengah dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, salah satunya dengan mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), Lumbung Pangan Nasional, dan Pencegahan Stunting,”ungkap Edy Pratowo dalam sambutannya.

Selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), dirinya berharap Kalteng dapat memperoleh peningkatan yang signifikan atas penurunan stunting pada tahun 2024.

“Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI), angka prevalensi stunting Kalteng mengalami penurunan sebesar 3,4 persen, dari 26,9 persen pada tahun 2022 turun menjadi 23,5 persen di tahun 2023. Sedangkan target pada tahun 2025 ini sebesar 20,6 persen,”tutur Edy.

Terkait hal itulah, dia mendorong dan menguatkan konvergensi antar program lintas sektoral dari berbagai stakeholder terkait, termasuk pemetaan, perencanaan, penganggaran, dan penyusunan rencana kerja.

“Stunting memerlukan penanganan secara cepat, tepat dan menyeluruh, karena dampak yang ditimbulkan akan sangat merugikan, bukan hanya pada anak itu sendiri, namun juga bagi keluarga dan kelangsungan pembangunan daerah di masa mendatang,”pungkas Edy. (hmskmf/nh/Lim)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

image_print

Bagikan Ke Sosial Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *