Foto. Waket I DPRD Gumas Binartha.(Jendela Kalteng/nh)
Kuala Kurun, Jendela Kalteng
Gegara pandemi covid-19 yang melanda Indonesia awal tahun 2020, yang berdampak pada aspek pembangunan di seluruh negeri, menyebabkan pembangunan di Gunung Mas (Gumas) selama ini masih belum maksimal.
“Akibatnya, pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan penyesuian APBD dalam rangka penanganan covid-19 dan pengamanan daya beli masyarakat,”ujar Wakil Ketua (Waket) I DPRD Gumas Binartha,Senin (6/5/2024)
Obin sapaan akrabnya menjelaskan, dengan kebijakan itu Pemkab Gumas bahkan pemkab / pemkot lainnya di Indonesia melakukan penyesuian belanja daerah dan melakukan rasionalisasi dari belanja pegawai, belanja barang /jasa dan belanja modal.
“Pemerintah Kabupaten Gunung Mas kala itu melakukan refocusing anggaran dalam upaya penanganan covid-19,”ucap Obin.
Menurutnya, ada banyak program pembangunan di Gumas yang di hentikan, seperti pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, sarana prasarana pendidikan dan kesehatan serta program pembangunan lainnya.
Terhadap keadaan itulah, Obin berharap masyarakat Gumas dapat memahami ketidakmaksimalan pembangunan di Gumas selama ini akibat pandemi covid-19.
“Anggaran yang terbatas, tentu tidak akan bisa menangani semua harapan masyarakat serta program pembangunan yang ada. Walau demikian, pembangunan tetap dilaksanakan secara bertahap dan merata,”tutur Obin.
Dengan telah berlalunya pandemi covid-19, Obin berharap pembangunan Gumas sekarang dan kedepan bisa maksimal, dalam mewujudkan kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat. (nh)












