
Foto. Bupati Gumas Jaya S Monong didampingi ketua PGIS Gumas Pdt Rayaniatie Djangkan, narasumber dan peserta seminar PGIS dengan tema Pedoman dalam Menghadapi Tantangan Politik di Gedung Christian Center, Senin (27/11). (Jendela Kalteng/Ist)
Kuala Kurun, Jendela Kalteng
Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya S Monong membuka secara resmi Seminar Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Setempat (PGIS) Kabupaten Gumas di Gedung Christian Center, Senin (27/11).
Seminar sehari yang digagas PGIS mengusung tema Pedoman dalam Menghadapi Tantangan Politik.
Dihadiri unsur Forkopimda atau yang mewakili, sejumlah kepala perangkat daerah, ketua PGIS Gumas Pdt Rayaniatie Djangkan, tokoh masyarakat / tokoh agama / Pdt yang tergabung dalam kepengurusan PGIS dan undangan lainnya.
Dikesempatan itu Jaya mengatakan dengan seminar ini dapat meningkatkan kesadaran politik di kalangan peserta, peningkatan kemampuan pendeta dalam memimpin jemaat dalam menghadapi dinamika politik, partisipasi aktif dalam kehidupan politik, serta pemeliharaan nilai- nilai moral dan etika dalam menghadapi tekanan politik.
“Melalui seminar ini dapat menciptakan pendeta yang lebih siap, pemimpin yang lebih efektif, dan masyarakat yang lebih terlibat dalam proses politik, dengan menjunjung tinggi nilai-nilai moral yang krusial,” kata Jaya.
Kepada pendeta dan pengurus PGIS, Jaya menitipkan tugas yakni bersama Pemkab Gumas PGIS bisa saling bersinergi terutama dalam pembinaan mental dan spritual jemaat. Hal ini juga dalam rangka mendukung program Smart Human Resources yang selama ini dilaksanakan.
PGIS diminta turut serta dalam melakukan pelayanan kasih ke masyarakat, menegakkan keadilan dan hak asasi manusia, membantu permasalahan di jemaat terutama penyakit masyarakat yaitu narkoba, pergaulan bebas dan judi.
Melanjutkan, meningkatkan, memperluas dan memperdalam hubungan dengan gereja-gereja dan lembaga kristen/non kristen, baik di Kabupaten Gumas maupun di luar Kabupaten Gumas, serta para pendeta.
Peserta seminar diharapkan dapat meningkatkan kesadaran politik, mengembangkan kemampuan dalam menghadapi tantangan politik, dan mempertahankan nilai-nilai moral dalam konteks politik. (nh)








