
Foto. Wabup Efrensia LP Umbing didampingi Kepala DPKP Gumas Eigh Manto, perwakilan dari Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementrian ESDM Sabardiman serta Camat Kurun Iltem, menyerahkan pendistribusian paket perdana program konversi BBM ke BBG untuk nelayan sasaran di Gumas di Halaman Kantor Kelurahan Tampang Tumbang Anjir, Senin (27/11). (Jendela Kalteng/nh)
Kuala Kurun, Jendela Kalteng
Masyarakat nelayan di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menerima bantuan mesin Ces, tabung gas LPG 3 Kg beserta isinya, serta perangkat converter BBM ke BBG.
Bantuan sebanyak 29 unit merupakan program kemitraan antara Kementerian ESDM dengan Komisi VII DPR RI.
Penyerahan bantuan serta Sosialisasi Teknis Program Konversi BBM ke BBG untuk Kapal Penangkap Ikan Bagi Nelayan Sasaran di Gumas dilaksanakan di Halaman Kantor Kelurahan Tampang Tumbang Anjir, Senin (27/11).
Turut hadir Wakil Bupati Gumas Efrensia LP Umbing, Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Gumas Eigh Manto, perwakilan dari Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementrian ESDM Sabardiman, Camat Kurun Iltem, Lurah Tampang Tumbang Anjir Agus Seffeni, perwakilan dari Pertamina, beberapa pejabat eselon tiga DPKP Gumas, nelayan dan tamu undangan lainnya.
Efrensia menyambut baik bantuan yang diberikan, dan berharap nelayan penerima bantuan dapat memanfaatkan sarana yang diberikan dengan sebaik-baiknya untuk aktifitas penangkapan ikan, dan jangan dipindahtangankan dengan cara apapun.
“Bantuan ini memberikan dampak positif kepada masyarakat terutama untuk nelayan sasaran melalui penghematan pengeluaran bahan bakar dengan menggunakan gas,” kata Efrens.
“Dengan biaya produksi yang rendah melalui penghematan pengeluaran bahan bakar, pendapatan dan kesejahteraan nelayan akan meningkat,” imbuhnya menambahkan.
Mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalteng itu pun mengimbau nelayan untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan cara tidak melakukan penangkapan yang bersifat merusak lingkungan perairan maupun ketersediaan spesies ikan.
“Hindari penangkapan ikan dengan cara menyetrum, diracun, menggunakan bahan peledak atau peralatan lainnya yang dilarang. Gunakan alat tangkap ikan yang ramah lingkungan, sesuai regulasi yang telah ditetapkan pemerintah,” ucap Efrens.
Selain berharap dinas terkait dan pihak kecamatan memonitor bantuan yang diberikan untuk memastikan bantuan dipergunakan dengan sebaik-baiknya dan tidak dipindahtangankan, Efrens pun menyampaikan terima kasih kepada Anggota Komisi VII DPR RI dapil Kalteng I Willy M Yoseph atas dukungan yang diberikan sehingga Kabupaten Gumas mendapatkan bantuan.
Terpisah, Kepala DPKP Gumas Eigh Manto mengatakan, 29 nelayan penerima bantuan berasal dari masing-masing satu desa di Kecamatan Tewah dan Kecamatan Mihing Raya, dan 27 desa / kelurahan di Kecamatan Kurun.
“Bantuan ini sangat membantu ekonomi masyarakat nelayan sasaran menuju ekonomi masyarakat yang mandiri dan ramah lingkungan, serta memberikan solusi penyediaan energi alternatif yang lebih ramah lingkungan dan sudah dikenal masyarakat,” tutur Eg [panggilan karib Eigh Manto].
Senada dengan wabup, Eg pun berharap masyarakat Gumas tidak melakukan penangkapan ikan dengan cara yang dilarang pemerintah, yang merusak lingkungan perairan maupun ketersediaan spesies ikan.
“Tangkaplah ikan dengan cara yang baik, yang ramah lingkungan,” imbau Eg seraya menyampaikan terima kasih pula kepada Willy M Yoseph, Anggota Komisi VII DPR RI dapil Kalteng I atas dukungan yang diberikan sehingga Gumas mendapatkan bantuan.
Sementara perwakilan dari Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementrian ESDM Sabardiman menyampaikan 29 paket bantuan yang diserahkan terdiri dari 20 paket varian 2 [ mesin kapal 9 PK] dan 9 paket varian 1 [mesin kapal 6,5 PK].
“Pemberian paket perdana konversi BBM ke BBG untuk nelayan berupa 1 unit mesin kapal, 1 set konverter kit serta pemasangannya,1 set As panjang dan baling-baling, 2 Unit tabung LPG 3 Kg beserta isinya, serta 2 botol pelumas,” terang Sabar. (nh)








