Mencari Penyebab Stunting Melalui AKS

Kamis, 2 November 2023 - 06:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto.  Wabup Gumas yang juga ketua pelaksana TPPS Efrensia LP Umbing bersama peserta kegiatan AKS di Aula Lantai 1 Kantor Bupati Gumas, Selasa (31/10). (Jendela Kalteng/Ist)

Kuala Kurun, Jendela Kalteng 

Guna mencari penyebab terjadinya kasus stunting, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menyelenggarakan kegiatan Audit Kasus Stunting (AKS). 

Kegiatan dibuka Wakil Bupati (Wabup) Gumas Efrensia LP Umbing di Aula Lantai 1 Kantor Bupati Gumas, Selasa (31/10).

“Audit kasus stunting bertujuan untuk mencari penyebab terjadinya kasus stunting dengan memberikan rekomendasi sebagai upaya tindak lanjut untuk pencegahan terjadinya kasus serupa,” terang Efrens.

“Kegiatan juga dalam rangka mengidentifikasi risiko dan penyebab risiko stunting pada kelompok sasaran berbasis surveilans rutin atau sumber data lainnya,” lanjutnya.

Efrensia yang juga ketua pelaksana TPPS menyatakan, AKS dapat dijadikan sebagai sarana untuk menindaklanjuti rencana tindak lanjut dan rekomendasi hasil audit kasus stunting oleh tim teknis dan tim pakar yang tergabung dalam struktur tim AKS yang telah dibentuk oleh Pemkab Gumas melalui TPPS Gumas.

“Tim percepatan penurunan stunting bertugas untuk mengkoordinasikan, mensinergikan dan mengevaluasi penyelenggaraan percepatan penurunan stunting secara efektif, konvergen dan terintegrasi dengan melibatkan lintas sektor,” kata Efrens.

Efrens berujar, dibutuhkan persepsi dan kesamaan pandangan dalam melaksanakan semua kegiatan yang berkaitan dengan percepatan penurunan stunting.

OPD yang tergabung dalam struktur TPPS diharapnya dapat bekerjasama dan saling mendukung serta dapat menjalankan fungsi yang melekat pada dinas masing-masing, terutama dalam menjalankan fungsi sensitive yang memiliki pengaruh 70 persen dalam penurunan stunting.

“Permasalahan stunting di Indonesia, saat ini menjadi salah satu prioritas dalam agenda pembangunan nasional. Pemerintah telah menetapkan stunting sebagai isu nasional dalam RPJMN 2020-2024,” katanya.

“Pemerintah menetapkan target penurunan angka prevalensi stunting dari 24,4 persen pada tahun 2021 menjadi 14 persen pada tahun 2024,” ujar Efrens mengakhiri. (nh)

Facebook Comments Box
image_print

Berita Terkait

Komite SMPN 1 Manuhing Raya Dorong Penguatan Sarana Olahraga, Bidik Prestasi Siswa hingga O2SN
Infrastruktur Dasar Masih Jadi Tantangan, Miri Manasa Dorong Perbaikan Jalan hingga Pemerataan Listrik!
Revitalisasi SDN 3 Kuala Kurun Berjalan, Delapan Ruang Kelas dan Fasilitas Sanitasi Direhabilitasi
MBG di SMPN 1 Kurun Berjalan Lancar, Menu Jadi Catatan; Siswa Senang, Tapi Tak Selalu Menghabiskan!
Isu Poros Syauqi-Jaya Mengemuka, Bupati Jaya: Pilgub 2029-2030 Masih Jauh…
Turun Gunung ke Miri Manasa,Bupati Jaya Lakukan Pembinaan Rohani dan Layanan Kesehatan Gratis,Sasar 3 Desa!
SMPN 6 Kurun Belum Terima MBG, 205 Siswa Masih Menanti Pemerataan MBG!
Revitalisasi 2026 Dongkrak Kualitas SMPN 1 Manuhing Raya, Fasilitas Makin Representatif dan Prestasi Jadi Target

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 17:11 WIB

Komite SMPN 1 Manuhing Raya Dorong Penguatan Sarana Olahraga, Bidik Prestasi Siswa hingga O2SN

Jumat, 25 September 2026 - 13:44 WIB

Infrastruktur Dasar Masih Jadi Tantangan, Miri Manasa Dorong Perbaikan Jalan hingga Pemerataan Listrik!

Jumat, 25 September 2026 - 11:14 WIB

Revitalisasi SDN 3 Kuala Kurun Berjalan, Delapan Ruang Kelas dan Fasilitas Sanitasi Direhabilitasi

Senin, 21 September 2026 - 16:05 WIB

MBG di SMPN 1 Kurun Berjalan Lancar, Menu Jadi Catatan; Siswa Senang, Tapi Tak Selalu Menghabiskan!

Jumat, 18 September 2026 - 16:58 WIB

Isu Poros Syauqi-Jaya Mengemuka, Bupati Jaya: Pilgub 2029-2030 Masih Jauh…

Berita Terbaru

Hukum dan Kriminal

Perempuan Budak Shabu 51,01 Gram,Digulung Satresnarkoba Polres Gumas

Jumat, 2 Okt 2026 - 17:09 WIB

Hukum dan Kriminal

Jreng! Polres Gumas Berangus Barbuk Shabu dari 2 Perkara

Kamis, 1 Okt 2026 - 12:36 WIB