WhatsApp Image 2026-04-30 at 22.26.53
Bagikan Ke Sosial Media

Foto. Manajemen PT. SMM Abdul Syukur menyerahkan cenderamata kepada Asisten II Setda Barito Utara, Bahrum P Girsang usai pembukaan kegiatan sosialisasi Proklim yang digelar di Aula DLH Barito Utara, Kamis (30/4/2026).(Jendela Kalteng/Ist)

Muara Teweh,Jendela Kalteng

Ancaman perubahan iklim bukan lagi sekedar isu global,ia kini nyata di depan mata. Menyadari hal itu, Bupati Barito Utara (Batara), H. Shalahuddin, menggelorakan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi krisis lingkungan melalui Program Kampung Iklim (ProKlim).

Penegasan tersebut disampaikan melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Batara, Bahrum Pordelin Girsang, saat membuka kegiatan sosialisasi ProKlim di Aula Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batara, Kamis (30/4/2026).

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Bahrum, ditegaskan bahwa ProKlim bukan sekadar program biasa, melainkan gerakan nasional strategis yang diinisiasi Kementerian Lingkungan Hidup untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam beradaptasi terhadap perubahan iklim sekaligus menekan emisi gas rumah kaca.

“Perubahan pola cuaca, peningkatan suhu, hingga ancaman bencana lingkungan kini sudah kita rasakan secara nyata. Ini bukan lagi peringatan, tetapi kondisi yang harus kita hadapi bersama dengan aksi konkret,” tegasnya.

Di tengah tantangan tersebut, secercah harapan muncul dari Desa Pendreh. Desa ini sukses mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan ProKlim kategori utama tingkat nasional,bahkan menjadi satu-satunya wakil dari Provinsi Kalteng. Capaian ini menjadi bukti bahwa komitmen dan kerja nyata masyarakat mampu menjawab tantangan global.

Tak hanya itu, apresiasi juga disampaikan kepada PT Suprabari Mapanindo Mineral (PT SMM) yang dinilai memiliki peran signifikan dalam mendukung keberhasilan ProKlim di Desa Pendreh. Keterlibatan dunia usaha dinilai sebagai contoh konkret sinergi antara sektor swasta dan masyarakat dalam menjaga lingkungan.

“Kami mengapresiasi kontribusi PT SMM, baik dalam mendukung kegiatan ProKlim maupun inisiatif menyelenggarakan sosialisasi ini. Ini adalah bentuk nyata tanggung jawab sosial perusahaan yang patut dicontoh,” ujarnya.

Lebih jauh, kegiatan sosialisasi ini disebut sebagai langkah awal yang krusial untuk memperkuat komitmen bersama dalam mendorong pembangunan berkelanjutan. Berbagai aksi nyata menjadi fokus, mulai dari pengelolaan sampah, penghijauan, konservasi sumber daya air, hingga penguatan kelembagaan masyarakat.

Shalahuddin juga menegaskan bahwa peran dunia usaha tidak bisa dipandang sebelah mata. Kolaborasi lintas sektor diyakini menjadi kunci dalam menciptakan kampung-kampung iklim yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan.

Di penghujung sambutan, ajakan tegas kembali disampaikan, ProKlim tidak boleh berhenti pada seremoni semata. Program ini harus diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan.

“Melalui ProKlim, kita bangun desa yang kuat menghadapi perubahan iklim sekaligus menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang,” pungkasnya.(Ist.nh/Lim)

image_print

Bagikan Ke Sosial Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *